Rabu, 15 Mei 2013
A thousand years
Minggu, 17 Februari 2013
Sabtu, 16 Februari 2013
10 Hasil karya Anak Bangsa
1. Pesawat Gatotkaca N-250
Pesawat Gatotkaca N-250 adalah pesawat kebanggaan bangsa Indonesia yang diproduksi 100% oleh putra-putri Indonesia di bawah payung PT. IPTN (sekarang PT. Dirgantara Indonesia) tahun 1995. Pesawat dengan jenis regional komuter turboprop mampu mengangkut 50-70 penumpang. Gatotkaca N-250 secara resmi dipamerkan di Cengkareng tahun1996 oleh presiden Indonesia saat itu, Soeharto. Produksi Pesawat Gatotkaca N-250 akhirnya menurun bahkan dihentikan produksinya akibat krisis keuangan di Asia tahun 1998. Pesawat Gatotkaca N-250 mulai dirintis kembali oleh BJ Habibie dengan persetujuan SBY.
2. Anoa Indonesian Panzer
Inilah salah satu karya anak bangsa Indonesia yang membanggakan, Anoa Indonesian Panzer. Anoa Indonesian Panzer, kendaraan pengangkut lapis baja ini diproduksi oleh PT. Pindad tahun 2006 sebanyak 150. Penamaan Anoa Indonesian Panzer berdesain monocoque terilhami dari hewan mamalia khas Sulawesi dengan tampilan yang tidak kalah dengan buatan Eropa. Anoa Indonesian Panzer dilengkapi dengan baja anti peluru yang tidak akan tembus oleh AK47 atau M-16. Memiliki kecepatan 90km/jam, dengan enam roda mampu menanjak dengan kemirigan hingga 45 derajat dan mampu melompat selebar satu meter. Meskipun Anoa Indonesian Panzer diproduksi dengan tujuan pertahanan dan keamanan negara, namun beberapa negara menyatakan minatnya untuk membeli Anoa Indonesian Panzer seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Oman, Bangladesh dan Nepal.
3. Film Animasi “Pada Suatu Ketika”
Nah ini dia yang sedang hangat dibicarakan di berbagai media, di TV, internet, dan media lainnya. Sebuah karya anak bangsa yang membanggakan, sebuah film animasi pendek yang diunggah di youtube. Sebuah film animasi yang terinspirasi film Hollywood “Transformers” diciptakan oleh sekumpulan anak muda kreatif yang menamakan dirinya LakonAnimasi. Film ini bercerita sarana transportasi khas Indonesia seperti bajaj, kopaja, ojek yang berubah menjadi robot dengan kedatangan alien dengan space ship-nya. Dengan setting suasana keramaian pasar, pangkalan bajaj, kopaja dan ojek yang menggambarkan “sangat Indonesia”. Film animasi ini tidak kalah dengan produksi luar seperti Pixar Studio, Dreamworks Animation dll dan diharapkan mampu bersaing dengan film-film Hollywood.
4. Senjata Pindad Indonesia
PT. Pindad adalah perusahaan negara yang bergerak di industri manufaktur yang mengkhususkan diri dibidang produk militer. Produk-produk ini dibuat untuk kepentingan komersial yang diekspor keberbagai negara. PT. Pindad memproduksi senjata seperti Sidearms, Submachine Guns, Assault Rifles, Battle Rifles, Machine Guns, Sniper Rifles, Grenade Launchers, Mortar, Pistol, Panser dan lain sebagainya. Produk-produk ini di desain, dikembangkan, rekayasa dan fabrikasi serta perawatannya semua dibuat oleh putra-putri Indonesia yang membanggakan.
5. Robot Tempur TNI
Robot banyak diciptakan untuk mempermudah kerja manusia, ada banyak jenis robot, seperti robot humanoid, robot medis, robot yang menyerupai hewan peliharaan dan robot tempur. Indonesia mampu membuat robot tempur yang diciptakan tahun 2009 yang digerakkan dengan tenaga listrik dari dua baterai. Robot tempur ini diciptakan oleh Lembaga Pengkajian Teknologi (Lemjitek) TNI AD, Karangploso, Kabupaten Malang dan sudah beberapa kali diujicobakan. Robot tempur berukuran 1,5 m kali 0,5 m dengan berat sekitar 100 kg mampu mengangkut beban 150 kg dan memiliki kecepatan maksimal 60 km/jam serta mampu menjelajah hingga 1 km dari pusat kendali. Robot tempur ini adalah karya anak bangsa Indonesia yang membanggakan di bidang pertahanan dan kemanan.
6. Mobil ESEMKA
Karya anak bangsa Indonesia kali ini sangat membanggakan. Siswa SMK 1 Singosari Malang mampu membuat sebuah mobil yang diberi nama Mobil Esemka. Mobil Esemka memiliki 5 jenis varian yaitu SUV, pick up double cabin, sedan, pick up single cabin, dan van. Siswa SMK yang rata-rata masih berusia 16-17 tahun sudah dapat menciptakan cikal bakal kemajuan teknologi Indonesia di bidang transportasi. Pembuatan Mobil Esemka menelan biaya sebesar Rp. 175 Juta untuk 5 jenis mobil Esemka yang lainnya dikerjakan oleh SMK-SMK lainnya. Mobil ini dibandrol Rp. 80 Juta per unit.
7. KRI Krait 827
Indonesia dengan wilayah perairan yang luas memiliki banyak kapal perang sebagai pertahanan dan keamanan negara. Kapal perang Indonesia didominasi oleh produk-produk dari Amerika, Belanda dan Jerman. Namun kini Indonesia sudah mampu memproduksi kapal perang yang dibuat oleh putra-putri bangsa Indonesia. KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) Krait 827 adalah hasil kerjasama TNI AL melalui Fasharkan (Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan) Mentigi dan PT Batan Expressindo Shipyard (BES), Tanjung Guncung. KRI Krait 827 berbahan baku aluminium, bertonase 190 DWT dengan jarak jelajah sekitar 2.500 Mil. Dilengkapi dengan radar dengan jangkauan 96 Nautical Mil (setara 160 Km) dengan system navigasi GMDSS area 3 dengan kecepatan terpasang 25 Knots, yang semuanya adalah 100% karya anak bangsa Indonesia yang membanggakan.
Free Music at BlogRion
8. Laptop Axioo
Laptop atau notebook sudah menjadi device yang paling banyak digunakan. Indonesia patut berbangga karena salah satu karya anak bangsa yang mampu bersaing dan menembus jajaran produk dunia dan menjadi salah satu produk yang mengadopsi prosesor Intel Core generasi kedua. Produk tersebut adalah Axioo. Axioo Neon HNM menjadi notebook 14 inci pertama di dunia yang sudah menggunakan teknologi prosesor yang sebelumnya disebut Sandy Bridge. Axioo adalah salah satu komputer merek lokal yang didirikan oleh Samuel Lawrence dan Singgih Salim.
9. PC Tablet Wakamini
Seakan tidak mau ketinggalan dengan vendor-vendor raksasa (seperti Samsung, Apple, LG, dll) yang mengeluarkan produk device mereka (seperti PC Tablet, smartphone, notebook dll), Indonesia meluncurkan PC Tablet Wakamini. Wakamini adalah karya anak bangsa Indonesia yang membanggakan dan mampu bersaing dengan produk-produk dari luar. Zyrex sebagai produsen peralatan komputer Indonesia memproduksi PC Tablet Wakamini MP 1291 series Multi Touch dan Wakatobi Mini 963 yang diklaim 100% buatan Indonesia dengan harga berkisar 3 juta rupiah.
10. Alat Pembasmi Kanker Otak dari MITI
Kanker otak juga disebut sebagai “silent killer” karena penderita penyakit ini biasanya langsung akut seperti yang diderita komedian Indonesia, Epi Kusnandar. Kanker otak sangat berbahaya berbagai usaha dan penelitian telah dilakukan untuk menyembuhkan kanker otak. Salah satunya adalah dengan yang dilakukan oleh Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) yang bekerja sama dengan CTech Laboratory yang berhasil menemukan alat pembasmi kanker otak. Cara kerja alat pembasmi kanker otak ini adalah dengan menerapkan metode listrik statis dan sudah diujikan oleh penderita kanker otak kecil. Setelah diaplikasikan selama dua bulan pasien tersebut dinyatakan sembuh total. Metode radiasi listrik statis berbasis tomografi ini, sepenuhnya hasil karya anak bangsa Indonesia yang akan menjadi terobosan dalam dunia kedokteran.
Pariwisata Indonesia
Angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2011 mencapai 7,6 juta dan ini melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) yaitu 7,2 juta orang. Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, pada jumpa pers akhir tahun 2011 di Balairung Soesilo Sudarman Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis ( 29/12/2011). Dalam pertemuan tersebut dipaparkan gambaran umum tentang kinerja kementerian selama satu tahun 2011.
Angka 7,6 juta orang sedikit di bawah target optimistis yang targetkan sebelumnya yaitu 7,7 juta orang, “Target di Renstra 7,2 juta. Target optimistis 7,7 juta, jadi sedikit di bawah. Tapi ini angka estimasi. Angka final mudah-mudahan ada perubahan kenaikan,” ungkap Mari Pangestu.
Untuk jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia di tahun 2011 meningkat 8,5 persen dibanding dengan tahun 2010. Selain itu, pengeluaran yang mereka habiskan selama berwisata juga meningkat dari US$ 1.085,75 di tahun 2010 menjadi US$ 1.118, 26 per orang per kunjungan tahun 2011. Pengeluaran wisman ini berpengaruh pada naiknya perolehan devisa pariwisata 2011 dari US$ 7,6 miliar menjadi US$ 8,5 miliar, atau tumbuh 11,8% dibanding tahun lalu. Adapun, pasar negara yang menunjukkan pertumbuhan peningkatan mencapai tingkat persentase dua digit di tahun 2011 adalah Rusia, Australia, India, dan Filipina.
Untuk wisatawan Nusantara pengeluaran tahun 2010 rata-ratanya adalah Rp641.760,- dan meningkat menjadi Rp662.680,- per orang per perjalanan. Pada triwulan ketiga angka estimasi pengeluaran ini wisnus mencapai Rp114,64 triliun dari 172,994 juta perjalanan, sedangkan tahun 2010 sebesar Rp 150,41 triliun.
Pencapaian tahun 2011 menjadi momentum pencapaian tahun depan yang penuh tantangan. “Bakal ada pelemahan ekonomi global termasuk untuk dunia pariwisata. Pemerintah akan bekerja sama dengan semua pihak yang berkepentingan agar target yang ditetapkan untuk tahun depan bisa tercapai,” tambah Mari Pangestu.
Untuk tahun 2012 mendatang, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan kunjungan wisman ke Tanah Air mencapai 8 juta orang. Sementara itu, untuk tema pariwisata tahun 2012 yang telah disepakati bersama adalah “Green & Creative Tourism”.
Meski saat ini tengah terjadi krisis ekonomi dunia tetapi sektor pariwisata tahan terhadap krisis. “Pengalaman menunjukkan pariwisata tahan terhadap krisis. Kalau lihat krisis ekonomi di tahun 2009, tetap terjadi pertumbuhan wisatawan. Wisatawan asing meningkat 0,36% dan wisatawan nusantara 1,2%. Diperkirakan krisis 2012 tidak separah di 2009 perkiraannya,” jelasnya.
Negara-negara yang disasar untuk tahun depan adalah China, Rusia, dan Australia. “Negara-negara ini tidak mengalami penurunan besar seperti negara-negara Eropa lain,” ungkap Mari.
Untuk meningkatkan promosi pariwisata Indonesia akan dikembangkan sektor wisata kuliner. Sektor tersebut rencananya masuk dalam sub-sektor ekonomi kreatif ke-15. “Dengan demikian kuliner yang sangat erat dengan sektor pariwisata diharapkan lebih berkembang dan menjadi daya tarik wisatawan serta menjadi identitas Indonesia di kancah dunia,” ujar Mari.
Daya Saing Pariwisata Indonesia Naik Peringkat
Naiknya angka kunjungan pariwisata Indonesia telah membawa peringkat Indonesia naik ke posisi ke-74 dunia di antara 139 negara. Hal ini seperti diungkap World Economic Forum.
Awalnya peringkat Indonesia adalah ke-81 pada 2010 dan kini naik peringkat ke-74 pada 2011. Untuk peringkat Asia-pasifik, Indonesia mengalami kenaikan dua peringkat, dari ranking 15 ke ranking 13.
Faktor paling mendukung yang telah menggenjot peningkatan peringkat ini adalah keamanan dan keselamatan. ‘”Perbaikan paling signifikan adalah di bidang keamanan dan keselamatan, kita naik dari ranking 119 ke ranking 72 dari 139 negara,” ujar Mari Elka Pangestu.
Mari Elka Pangestu menambahkan bahwa selain faktor keamanan, kenaikan peringkat Indonesia juga disebabkan tingginya daya saing harga pariwisata Indonesia. Dalam daya saing harga, Indonesia menempati peringkat 4 dari 139 negara.
Di tahun 2012, Mari Elka Pangestu berjanji akan terus meningkatkan keamanan dan juga daya saing harga. Selain itu, juga telah menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur pariwisata Indonesia.
“Infrastruktur memang menjadi tugas pemerintah di tahun 2012, kami sudah siap untuk membereskan pekerjaan rumah ini dengan mengkoordinasikan bersama kementrian-kementrian lain”.
Medina Warda Aulia. Siswi SMPN 1 Bekasi ini baru saha menorehkan prestasi yang luar biasa. Dalam sebuah kompetisi catur internasional, Singapore International Chess Championship 2011, Medina berhasil meraih dua gelar sekaligus.
Ia meraih gelar Women International Master (WIM) dan Norma Grand Master setelah mengalahkan pecatur dari Vietnam, untuk kategori SMP, dalam kompetisi yang berlangsung pada 26-31 Desember lalu.
Awalnya, ia tak pernah terpikir untuk menjadi seorang pecatur. Seperti remaja putri lainnya, Medina juga menggemari bermain boneka Barbie.
“Awalnya saya suka bermain Barbie. Kemudian ayah mengenalkan saya dengan catur,” kata Medina, Selasa (3/1/2011), di Senayan, Jakarta.
Sejak duduk di kelas 4 SD, sang ayah mulai mengajarinya “bermain” dengan bidak-bidak catur. Tak disangka, tiga bulan kemudian, Medina berhasil menjadi juara satu pada kejuaraan daerah provinsi DKI Jakarta. Atas prestasinya itu, ia berkesempatan mengikuti Sea Games. Hasilnya tak buruk. Ia berhasil membawa pula medali perak.
Sadar akan kemajuan pesat putrinya, sang ayah kemudian mendorongnya untuk mengasah talenta Medina di sebuah sekolah catur kenamaan di Indonesia. Pada tahun 2008, untuk pertama kalinya ia mengikuti kompetisi catur antarpelajar internasional di Yunani. Saat itu ia berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan peserta dari Rusia.
Ke depannya, Medina berharap dapat meraih gelar Grand Master. Selain itu, ia bermimpi, kelak dapat melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran.
Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mudjito mengatakan, apa yang diraih Medina merupakan buah kerjasama pembinaan yang terprogram antar berbagai pihak.
“Medina sudah terprogram, terjaring di nasional, kita latih, kita fasilitasi, dan kita kirim ke ajang internasional. Keuntungan catur adalah kita tidak akan terbentur hambatan fisik,” ujar Mudjito.
Bio-toilet yang dipasang di LIPI Bandung, bagian paling bawah adalah reaktor berisi serbuk kayu yang akan mengubah tinja menjadi kompos.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus menyosialisasikan bio-toilet atau WC kering ramah lingkungan. Toilet yang hemat air ini diyakini bisa menjadi solusi yang tepat untuk daerah-daerah krisis air bersih di Indonesia terutama Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Teknologi WC kering yang diperkenalkan LIPI ini jauh lebih sedikit mengonsumsi air daripada toilet konvensional. Air hanya digunakan untuk membersihkan lubang toilet dan tubuh pemakai, tidak perlu digelontorkan.
Dalam paparannya pada kegiatan Jeparatech Expo, Selasa (11/4), peneliti LIPI Neni Sintawardani menjelaskan, bio-toilet menggunakan medium serbuk kayu sebagai matriks penangkap limbah organik padat dan cair. Ini dilakukan agar kotoran terolah secara biologis dengan cepat tanpa menimbulkan bau.
Neni menambahkan, WC kering tidak memerlukan saluran pembuangan khusus. Cukup kotak penampung buangan yang mudah dipindah dan dapat pula dipadukan untuk pembuangan limbah dapur. Bio-toilet ini cocok dibangun di daerah dengan kondisi sistem sanitasi yang belum memadai, kondisi lingkungan yang buruk, keterbatasan lahan, ketiadaan saluran buangan air kotor, dan kurangnya air bersih.
WC kering hasil rekayasa LIPI ini memiliki bentuk sederhana dengan bagian-bagian penting antara lain lubang WC (duduk/jongkok), lubang aerasi udara, serbuk gergaji (bisa kayu atau bahan organik lain), pemanas, dan pengaduk. Dari luar, WC kering LIPI ini mirip meja kerja.
Menurut Neni, secara teknis konstruksi WC kering tersebut bisa dikerjakan oleh bengkel biasa. Bahan yang digunakan juga mudah didapat dan banyak pilihan. Misalnya, untuk badanWC kering bisa memakai stainless steel, serat, atau polimer kuat yang lain. Motor yang digunakan untuk mengaduk limbah juga mudah didapat di pasar karena bisa menggunakan motor dengan kekuatan putar yang relatif rendah.
Secara teknis dan kesehatan, WC kering karya LIPI tersebut layak dimanfaatkan masyarakat luas. Namun, pengenalan teknologi baru yang berkait dengan budaya masyarakat tidak selalu mudah diterima.
"Tantangan terbesar dari perbaikan sanitasi di masyarakat adalah persepsi umum bahwa WC atau kakus merupakan ruang kotor yang berada di belakang, bukan tempat untuk membersihkan diri," katanya. Padahal, tambah Neni, penerapan bio-toilet ini ini merupakan salah satu solusi jitu menuju sanitasi berkelanjutan dan penghematan air.
Langganan:
Postingan (Atom)